Pupuk Dasar Tanaman Cabe Agar Berbuah Lebat

13:18 0
Tanaman cabe penting diberikan air melalui proses penyiraman, dan sekaligus diberikan pupuk, baik itu pupuk organik maupun pupuk anorganik. Kedua jenis pupuk ini sangat berperan penting untuk keberlangsungan hidup tanaman cabe.
Tanaman cabe ketika masa pertumbuhan dan perkembangannya harus mendapatkan nutrisi yang cukup, unsur hara harus tercukupi secara optimal, begitupun air merupakan pelarut alami dan berperan untuk perombakan sejumlah enzim dan fitohormon (hormon pada tumbuhan).
Unsur hara di dalam tanah sudah tersedia, akan tetapi jumlahnya tidak mencukupi untuk tanaman, oleh karena itu dibutuhkanlah pupuk tertentu yang diberikan pada tanaman seuai umurnya.

Tanaman Cabe Berbuah Lebat
Tanaman Cabe Berbuah Lebat, Photo Original by: Wahid Priyono (Tipspetanicabe).

Adapun pupuk dasar yang paling sering digunakan oleh para petani cabe profesional terdiri dari dua jenis pupuk, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik.
Pupuk organik bisa diperoleh langsung di sekitar tempat tinggal, misalnya pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hayati dari sisa-sisa tumbuhan atau hewan yang telah mati, dan jenis pupuk organik lainnya yang diperoleh dari hasil fermentasi daun-daunan (misalnya pupuk organis dari tanaman sambiloto, pupuk organis dari kulit pisang, dan lain sebagainya. 
Sementara itu, untuk jenis pupuk anorganik dasar bagi tanaman cabe seperti misalnya: Larutan phonska cair, TSP, KCL, Urea, dan lain-lainnya. Namun, akhir-akhir ini kebanyakan orang menggunakan larutan phonska cair untuk tanaman cabe karena mampu merangsang pembentukan bunga dan buah cabe yang sangat lebat, sehingga dapat menguntungkan para pembudidaya cabe, khususnya di lingkung wilayah Indonesia.
Akan tetapi, 1 hal yang penting diingat bahwa, dalam pemberian pupuk (baik pupuk organis maupun anorganis), tetap harus mengikuti dosis yang ditetapkan dan tentunya harus disesuaikan dengan usia tanaman. Sebab, setiap umur tanaman memiliki tingkat kepekaan/sensitifitas terhadap senyawa kimia obat. Apalagi bagi tanaman yang masih dalam penyemaian yang tidak dianjurkan pemberian pupuk anorganik dalam jumlah berlebih. Pupuk anorganis hanya bagus jika diterapkan pada tanaman yang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, pada tanaman yang sedang berbunga, dan atau setelah dipindahkan ke lahan terbuka dengan umur di atas 1 bulan. Semoga informasi di atas berguna untuk anda. Jangan lupa klik dan baca juga: 5 Cara Efektif Agar Tanaman Cabe Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat.

5 Cara Efektif Agar Tanaman Cabe Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat

17:57 0
Kali ini admin tipspetanicabe akan mencoba mengulas tentang bagaimana agar tanaman cabe tumbuh subur dan berbuah lebat, sehingga akan mendongkrak produktivitas hasil panen cabe yang begitu menjanjikan.

1. Penentuan Lokasi Tanam Cabai

Berdasarkan sharing dengan petani cabe yang telah lalu-lalang membudidaya tanaman cabe (profesional di bidangnya), para petani tersebut telah meyakini bahwa penentuan lokasi tanam cabai juga sangat menentukan tingkat kesuburan tanaman nantinya, serta bagaimana tanaman tersebut akan mampu menghasilkan buah dalam jumlah yang berlimpah (banyak).

Penentuan lokasi tanam harus mempertimbangkan terkait dengan kondisi iklim dan cuaca, jenis tanah serta pH (tingkat keasaman tanah), temperatur lingkungan, kondisi pencahayaan dari asal sinar matahari yang menyinari tanaman sepanjang hari.

Tanaman Cabe Tumbuh Subur dengan Pendangiran dan Penyiangan yang Teratur dan Intensif
Tanaman Cabe Tumbuh Subur dengan Pendangiran dan Penyiangan yang Teratur dan Intensif. Photo Kontributor Oleh: Ichin Sembalun.

Jenis tanah yang paling baik untuk menanam cabe yakni tanah humus, tanah liat berpasir, tanah liar berlempung, tanah gambut, dan tanah-tanah andosol, dan tanah jenis grumosol. Dari tanah-tanah yang telah disebutkan tersebut telah banyak terdapat unsur hara yang memang sudah tersedia, tinggal nantinya waktu proses penanaman dan perawatan dapat ditambahkan dengan pupuk anorganik dan organik supaya hasil budidayanya lebih maksimal.

Akan tetapi, berdasarkan pengalaman saya pribadi, jika saya harus memilih untuk menanam cabe menggunakan pot/wadah polybag dan di ruang tertutup atau di ruang terbuka seperti lahan persawahan, kebun, maka tentu saja saya akan lebih memilih bercocok tanam cabe di daerah/kawasan perkebunan dan lahan persawahan, sebab dari dulu terbukti banyak petani cabe yang sukses untuk berbudidaya cabe di area tersebut.

2. Pemilihan Bibit dan Faktor Semai

Kesuburan tanaman seperti halnya tanaman menjadi lebih kokoh, tumbuh sempurna, baik dan sehat, serta mempunyai banyak daun di tiap ruas batangnya juga merupakan pondasi awal untuk mendapatkan tanaman cabe yang lebih berkualitas. 

Pemilihan bibit juga menjadi kunci utama dalam menentukan seberapa sehat tanaman dan untuk menghasilkan buah nantinya. Pastikan juga bahwa bibit cabai yang anda beli juga harus terbukti bebas dari penyakit, benih bibitnya unggul, sebaiknya belilah bibit dari petani profesional atau di toko bibit yang legal/terverifikasi dan sudah sering dikunjungi oleh banyak pekebun.

3. Pemberian Nutrisi Hara

Untuk tumbuh kembang tanaman cabe agar menjadi lebih baik, maka unsur hara dan air perlu diberikan pada tanaman. Siramlah secara teratur tanaman cabe yang sedang dalam masa pertumbuhan, terutama pada bibit tanam yang baru saja disemai atau dipindahkan ke wadah pot polybag dan di lahan bedengan.

Nutrisi hara yang penting diberikan oleh tanaman cabe seperti pupuk kandang dari kotoran ternak yang telah difermentasikan/dikeringkan, atau dapat menggunakan larutan pupuk phonska cair yang terbukti telah mampu mendongkrak hasil panen cabe supaya lebih gembel (lebat). Cara pembuatan larutan pupuk phonska cair, bisa dibaca pada tutorial berikut ini, klik dan baca: Cara Pembuatan Larutan Pupuk Phonska Cairuntuk Tanaman Cabe.

Pemberian nutrisi hara ini harus dilakukan secara teratur disesuaikan juga dengan umur tanam, dan jenis tanah di lokasi penanaman. Baca: 4 Nutrisi Organik Untuk Tanaman Cabe Agar Cepat Berbuah Banyak.

4. Lakukan Penggemburan Lahan dan Penyiangan

Cara keempat ini juga tak boleh terlewatkan. Pada lahan tanam cabe yang dibuat dalam bentuk bedengan memanjang tanpa mulsa plastik, sebaiknya lakukan penyiangan/pembersihan rumput liar atau gulma dengan cara dikoret/dibasmi menggunakan herbisida tertentu yang banyak disarankan oleh petani cabe profesional.

Selain penyiangan, lakukan juga proses penggemburan lahan (pendangiran) supaya akar tanaman cabe lebih cepat dalam menyerap unsur hara organik dan air dari atau di dalam tanah. Sebab, telah terbukti bahwa jika lahan tanam cabe dilakukan penggemburan secara teratur dan intensif, maka akan mempercepat dalam pembentukan bunga-bunga tanaman di ketiak daun dan ranting. 

5. Lakukan Perempelan Pada Tunas Aksiler

Tanaman cabai seringkali di bagian ruas-ruas/ketiak batangnya selalu ditumbuhi oleh tunas-tunas aksiler yang tidak produktif dan membuat tanaman lebih sedikit menghasilkan buah. Tunas-tunas ini sebenarnya sangat merugikan tanaman, karena selain kurang mampu menghasilkan buah, juga paling banyak menyerap jatah nutrisi, sehingga organ tanaman lainnnya seperti bunga dan buah kurang tercukupi, dan akhirnya tanaman cabe mendadak kurus, bunga dan buahnya menjadi lebih sedikit.

Dengan melakukan perempelan (membuang 2-3 tunas aksiler/tunas liar) pada batang sampingan di tanaman cabe, tentu saja hal ini akan mampu merangsang tanaman cabe untuk lekas menghasilkan buah yang lebih banyak dan berkualitas. Caranya dapat anda baca pada postingan di website ini: Perempelan, Cara Mempercepat Waktu Panen Cabai Supaya Berbuah Lebat.


Itulah tadi setidaknya ada 5 cara efektif agar pohon cabe subur dan lekas menghasilkan buah yang gembel (banyak). Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk anda semuanya. Salam budidaya pertanian, ayo menanam !

Tutorial Dasar Merawat Pohon CABE yang Kerdil+Kurus dan Pertumbuhannya Buruk (Tidak Sehat)

17:40 0
Sejauh ini tanaman cabe sangat mudah dibudidaya dan relevan dengan biaya dan hasil yang didapat, terutama bagi para petani yang sudah pakar pastinya mereka sudah sangat lihai dalam berwirausaha cabe di lahan perkebunan milik mereka. Namun apa jadinya jika  para petani pemula yang mungkin saja masih terus belajar, mencari ilmu disana sini, tentu saja perlu banyak belajar dari pengalaman sesepuh petani cabe yang sudah profesional di bidangnya.

Terkadang banyak petani/pekebun cabe yang bingung tentang tanaman cabe mereka yang sulit mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang bagus, sehingga jika dipantau melalui grafik pertumbuhan, maka hasilnya kurang memuaskan.

Tanaman Cabe Tumbuh Subur dan Sehat Karena Perawatan yang Baik dan Benar
Tanaman Cabe Tumbuh Subur dan Sehat Karena Perawatan yang Baik dan Benar. Photo Kontributor oleh: Ichin Sembalun.

Keterlambatan tumbuh pada tanaman cabe merupakan ciri bahwa pohon cabe mengalami kekerdilan (sulit mengalami laju pertumbuhan secara signifikan dan teratur), sehingga perlu perhatian serta perawatan tanaman seintensif mungkin.

Ada beberapa faktor penunjang yang menjadi penyebab terkait tentang pohon cabe yang kerdil, diantaranya yakni:
  • Penyiraman tanaman yang kurang cukup (tidak terpenuhi dengan sempurna);
  • Pemupukan yang berlebihan atau kekurangan (over dosis pupuk);
  • Banyak gulma (rumput liar) yang tumbuh pesat di sekitar lokasi/pusat tanaman tumbuh;
  • Terjadi pencemaran tanah yang barangkali disebabkan oleh limbah seperti deterjen, pupuk kimia yang over dosis (berlebihan);
  • Tidak pernah dilakukan pendangiran secara teratur pada tanaman cabe tersebut;
  • Nutrisi/unsur hara makro dan mikro yang ada dalam tanah jumlahnya kurang untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman;
  • Ditanam pada wadah/pot yang kecil dan tidak sesuai dengan ukuran serta bentuk tumbuhan;
  • Pencahayaan matahari yang kurang diperhatikan, padahal cahaya matahari sangat penting untuk membantu proses fotosintesis (katabolisme) tanaman untuk  menghasilkan makanan yang diperlukan oleh tumbuhan untuk keberlangsungan hidupnya. 
Barangkali dari beberapa faktor yang telah diterangkan di atas, namun pernah juga dialami oleh anda sebagai seorang pekebun, sehingga anda dalam hal tersebut dilatih untuk sabar serta tekun dalam hal membudidaya cabe agar ke depannya lebih baik lagi.

Sebagai langkah startegis (sebagai solusi) supaya perawatan tanaman cabe dapat dioptimalkan, maka langkah perawatan yang dapat anda lakukan supaya tanaman cabe anda tidak mengalami kekerdilan (kurus), yakni diantaranya:
  • Lakukan penyiraman tanaman cabe sesuai dengan jadwal yang ditentukan, yakni pada sore hari, dan atau pada waktu pagi hari saja. Penyiraman tanaman cabe juga harus memperhatikan umur tanaman cabe yang bersangkutan. Tentu saja frekuensi dan banyaknya air yang diberikan tanaman cabe waktu semai bibit akan jauh berbeda jumlahnya dengan tanaman cabe yang sudah dewasa yang sebentar lagi menghasilkan bunga serta kompleksitas buahnya. Sebagai panduan dalam penyiraman tanaman cabe, anda dapat membacanya pada tutorial berikut ini: Cara Penyiraman Tanaman Cabe yang Baik dan Benar.
  • Melakukan pemupukan secara organik (dengan pupuk kotoran ayam) untuk tanaman cabe yang baru semai, atau ketika bibi tanam yang sudah bertunas dipindahkan di wadah pot polybag selama 20 hari untuk penunjang pertumbuhannya. Pada usia tanam cabe umur di atas 1 bulan, penggunaan pupuk kimia yang diperjualbelikan di pasaran juga boleh digunakan, tentunya dengan dosis/tanaman harus sesuai, supaya pertumbuhan tanaman cabe dapat dikendalikan secara bijaksana.
  • Jangan lupa anda juga harus lakukan pendangiran dan penyiangan pada tanaman cabe. Pendangiran bertujuan untuk menggemburkan tanah supaya akarnya mudah dalam menyerap nutrisi sehingga laju pertumbuhan akan semakin baik. Sementara itu, penyiangan pada tanaman cabe bertujuan untuk mengoret/membersihkan serta membuang gulma (rumput-rumput liar) yang tumbuh pesat di sekitar pusat tanaman tumbuh. Penyiangan dapat menggunakan alat pengoret (pencong dan sejenisnya), serta sangat diutamakan penyiangan dilakukan sesering mungkin. Memang hal ini membutuhkan keseriusan dan ketelatenan bagi semua petani/pekebun cabe. Maka jika perawatan tanaman cabe dilakukan secara telaten, hasil panen yang berkualitas akan anda rasakan.
  • Meskipun penanaman cabe bisa dilakukan di wadah pot polybag besar atau juga dilakukan dengan menggunakan karung, namun alangkah baiknya pembudidayaan tanam cabe dilakukan di lahan terbuka seperti di area lahan persawahan, di perkebunan khusus untuk menanam cabe dan tanaman horticulture lainnya. Di lahan terbuka, umumnya tanaman akan mudah mendapatkan cahaya matahari yang terkendali dari lingkungan itu sendiri, serta pertumbuhan tanaman juga akan baik. Maka dari itulah, cahaya matahari langsung harus disinarkan pada tanaman cabe untuk menunjang pertumbuhannya supaya lebih bagus.
  • Berikan tanaman cabe nutrisi organik dan anorganik secara tepat, maksudnya adalah berilah tanaman dengan pupuk-pupuk kandang yang mengandung senyawa kimia Nitrogen (N), Magnesium (Mg), Kalium (K) supaya pertumbuhan tanaman menjadi lebih bagus. Penambahan pupuk kimia anorganik seperti Urea, TSP, Phonska, dan lainnya juga dapat membantu untuk mengurangi kekerdilan pada tanaman cabe. Sebagai panduan untuk mendongkrak hasil panen cabe, baca juga artikel berikut ini: 5 Teknik Perawatan Cabe, Panen 60 Kali Lipat.
Beberapa teknik/tips dasar merawat pohon cabe yang kerdil, seperti yang telah diulas pada bagian di atas semoga dapat membantu anda untuk menangani tanaman cabe di kebun anda yang mengalami kekerdilan. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk anda. Salam budidaya pertanian! Ayo Menanam.


6-3 JADWAL PEMUPUKAN Tanaman CABE Secara Baik, Tepat., dan Benar

17:25 0
Dari sekian banyak tanaman hortikultura sayur dan buah-buahan, cabe  masih populer dan sering dibudidaya oleh banyak petani di seluruh provinsi di Indonesia. Bukan tanpa alasan, bercocok tanam cabe beserta varietas cabe jenis lainnya memang terbukti mampu mendongkrak hasil panen yang lebih menguntungkan bagi petani nusantara.

Harga cabe nyaris sangat mahal pada waktu-waktu tertentu, dan harganya stabil dibandingkan dengan produk pertanian lainnya. Terkadang jika harga cabai tinggi petani akan diuntungkan berlipat-lipat ganda. Oleh karena itulah, minat masyarakat petani untuk menanam cabe sangat tinggi.

Tanaman Cabe Tumbuh Subur dan Sehat Karena Jadwal Pemupukannya Tepat
Tanaman Cabe Tumbuh Subur dan Sehat Karena Jadwal Pemupukannya Tepat, Photo Kontributor by: Muslehuddien.

Harapan memperoleh hasil panen dan buah cabe yang banyak, lebat, serta berkualitas, tentu saja ada banyak faktor yang mengiringinya supaya memiliki kriteria demikian. Faktor pemupukan juga memegang peranan paling penting dalam pertanian budidaya cabe untuk hasil panen yang lebih optimal, yakni tanaman cabe menjadi subur, tanah/lahan pertanian menjadi gembur dan tercukupi asupan nutisi penting bagi tanaman cabe tersebut.

Banyak dan sedikitnya buah cabe yang dihasilkan juga sangat dipengaruhi oleh faktor pemupukan yang tepat dan terencana, serta disesuaikan dengan umur tanaman, serta kondisi tanah dimana tanaman cabe tersebut ditanam.

Berikut ini jadwal pemupukan pada tanaman cabe yang pernah saya lakukan, dan hasilnya memang cukup memuaskan, dimana tanaman cabenya menjadi lebih subur, daunnya hijau-hijau segar, dan menghasilkan buah lebih banyak (buah cabenya sangat lebat), dan hasil buahnya berbobot (berkualitas tinggi).

Jadwal 1:

Pada jadwal pertama ini, yaitu pemberian pupuk organik dari kotoran ayam yang telah dikeringkan/difermentasikan terlebih dahulu. Pemberian pupuk diberikan pada saat tanaman berumur 1 hari (saat tanam awal).

Tujuan pemberian pupuk dari kotoran ayam karena mengandung banyak unsur Phosfat, Magnesium (Mg), dan Nitrogen (N) yang sangat baik untuk meningkatkan laju pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman cabe. Pada akhirnya, setelah pemberian pupuk, maka batang dan akar tanaman akan menjadi lebih kokoh/kuat, akar primer dan sekundernya akan tumbuh banyak di pusat tanaman tumbuh, serta akan membuat daunnya menjadi lebih hijau dan segar.

Faktor unsur nitrogen (N) dari kotoran ternak ayam yang terserap pada tanah justru akan menambah unsur hara pada lapisan tanah tertentu, sehingga akan mampu menyimpan cadangan nutrisi hingga pada tahap tanaman sudah mulai menghasilkan bunga dan buah yang sangat lebat.

Jadwal 2:

Jadwal ke-2 ini diberikan larutan pupuk phonska cair yang dibuat sendiri oleh petani. Untuk pembuatan larutan pupuk phonska cair, silakan dapat mengikuti langkah-langkah berikut: Cara Pembuatan Larutan Pupuk Phonska CairUntuk Tanaman Cabe.

Pemberian pupuk phonska cair pada akar tanaman cabe terbukti ampuh untuk menghasilkan bunga dan buah cabe yang banyak dan berlimpah nantinya. Dan hal ini sudah saya praktekan di kebun cabe rawit saya sendiri. Sekarang giliran anda mencobanya membuat larutan pupuk phonska cair ini.

Jadwal pemberian larutan phonska cair ini yaitu pada saat tanaman sudah berumur sekitar 20 - 25 hari sejak tanam awal. Pastikan anda mengikuti langkah-langkah pembuatan larutan pupuk phonska cair seperti di atas, disitu telah dijelaskan tentang bagaimana cara pemberian/dosis bagi tiap-tiap tanaman cabe yang diberikan phonska cair tersebut.

Jadwal 3:

Pada jadwal ke-3 ini, pemberian pupuk pada kotoran sapi/kambing yang telah dikeringkan/difermentasikan terlebih dahulu. Jadwal pemberian yakni pada saat tanaman cabe berumur 40 - 45 hari menjelang tanaman cabe mengalami pembungaan dan menghasilkan buah untuk segera dipanen.

Cara pemberian pupuknya yaitu dengan cara memberikan 2 genggam pupuk kandang sapi/kambing (pilih salah satu saja) pada tiap-tiap tanaman. Letakan 2 genggam pupuk kandang tersebut tepat berada pada pusat tumbuh tanaman/di bawah akar tanamannya, sembari setelah itu lakukan penyiraman supaya pupuk dapat terserap di dalam tanah.

Jika anda memberikan pupuk sesuai jadwal yang telah dijelaskan di atas, saya akan menjamin penuh bahwa tanaman cabe rawit, cabe hijau, dan jenis cabe lainnya akan jauh lebih produktif, dan tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan tanaman yang subur, tanahnya gembur, serta akan menghasilkan buah cabe yang berbuah lebat, buahnya banyak sekali, bunga-bunganya banyak, serta lebih menguntungkan.


Itulah tadi penjelasan rinci tentang: 3 Jadwal Pemupukan Pada Tanaman Cabe Yang Baik dan Benar, sesuai dengan pengalaman yang telah saya lakukan beberapa tahun untuk mendongkrak hasil panen cabe rawit yang sukses dan berbuah banyak. Semoga apa yang telah dijelaskan di atas bermanfaat. Salam budidaya pertanian, ayo berkebun. Jangan lupa baca juga: Panduan Lengkap Budidaya Cabe Merah Agar Cepat Berbuah Lebat.

Cara Agar Tanaman Cabai Berbuah Banyak dan Sangat Lebat

17:10 0
Pertanian cabai yang dilakukan secara organik maupun anorganik masih terus berkembang di negara agraris seperti halnya di Indonesia ini. Pertanian cabai cukup digemari oleh banyak kalangan petani. Karena, selain sangat mudah dalam penanaman dan perawatannya, juga peluang untuk mendapatkan hasil panen berlimpah dan menguntungkan sangat menjanjikan.

Tak heran apabila para petani cabai banyak sukses dan berhasil dalam mengembangkan dan membudidayakan tanaman cabenya hingga memiliki prospek harga jual di pasaran yang sangat tinggi. Akan tetapi, dengan semangat dan pengorbanan baik secara material maupun non-material, tentu saja ketekunan yang teroptimalkan dengan baik akan menghasilkan sesuatu hal yang baik pula. Termasuk kesuksesan dari bertani cabe sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, meliputi: ketekunan dalam penanaman, perawatan, serta pengontrolan tanaman baik dari serangan hama maupun penyakit pada tanaman cabe.

Tanaman Cabe Berbuah Lebat dengan Perawatan yang Benar
Tanaman Cabe Berbuah Lebat dengan Perawatan yang Benar, Photo kontributor: Muslehuddien.

Ada beberapa teknik khsusu yang ditempuh para petani untuk menghasilkan tanaman cabai yang berbuah sangat lebat dan banyak. Namun, terkadang setiap petani juga ada yang mempunyai teknik jitu tersendiri, ada juga yang masih merahasiakan teknik tersebut supaya orang lain tidak ada yang mengetahuinya.

Setelah saya mencari celah serta mengadakan wawancara dengan para petani profesional di kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Indonesia), ternyata ada salah satu petani yang membocorkan rahasi tentang cara agar cabai berbuah banyak dan juga buahnya agar sangat lebat.

Agar tanaman cabai produktif menghasilkan buah banyak dan lebat, serta mempunyai kenampakan tanaman yang lebih sehat dan sedap dipandang mata, maka anda perlu mencoba untuk menerapkan beberapa kiat/teknik dasar dalam merawat cabe yang akan diberikan pada bagian di bawah ini.

GUNAKAN LARUTAN PUPUK PHONSKA CAIR

Tanaman cabe yang masih dalam pertumbuhan dan perkembangan, tentu saja sangat membutuhkan nutrisi (unsur hara) organik dan anorganik sebagai bekal untuk kehidupannya. Nutrisi pada tanaman sangat dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah yang cukup, terutama menginjak waktu dimana tanaman mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Masa pertumbuhan organ-organ tanaman sangat membutuhkan nutrisi sebagai penyediaan energi untuk aktivitas pembelahan sel, serta pada masa perkembangan buah pun demikian.

Nutrisi tanaman secara langsung dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan organ tanaman mulai dari terbentuknya akar, batang, daun, bunga, biji, maupun buah. Semua nutrisi penting yang ada pada pupuk serta beberapa zat sisa pada selulosa tanaman yang membusuk juga penting dijadikan pertimbangan dalam pemberian asupan nutrisi bagi tanaman selama hidupnya.

Nutrisi yang hendak diberikan oleh tanaman dapat berupa nutrisi organik (pupuk kompos/pupuk kandang, pupuk hayati), atau dapat pula menggunakan pupuk padat dari pupuk phonska yang banyak beredar dan dijual di pasaran.

Larutan pupuk phonska cair yang ditambahkan beberapa jenis pupuk lainnya juga terbukti mampu membuat tanaman cabe menjadi lebih subur, sehat, tahan terhadap penyakit dan hama, serta terbukti ampuh dalam mendongkrak hasil pertanian cabe rawit yang banyak dan berbuah lebat (produktivitasnya tinggi). Sebagai panduan untuk membuat larutan pupuk phonska cair, silakan anda dapat meneruskan membaca tata cara pembuatannya pada link berikut >> Cara Pembuatan Larutan Pupuk Phonska CairUntuk Tanaman Cabe.


Semoga informasi di atas bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan bagi rekan-rekan petani dan pekebun cabe dimanapun saja anda berada. Salam budidaya pertanian. Ayo menanam.

Cara Pembuatan Larutan Phonska Cair Sesuai Anjuran Petani Cabe Profesional

16:58 0
Di pasaran, beberapa jenis dari harga pupuk organik maupun anorganik cukup mahal. Adakalanya untuk menunjang dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman, petani menambahkan beberapa jenis pupuk cair maupun pupuk padat guna mempercepat laju tumbuh kembang organ tanaman mulai dari organ akar, batang, daun, biji, buah, bunga.

Tanaman Cabe Berbuah Lebat dengan Phonska Cair
Tanaman Cabe Berbuah Lebat dengan Phonska Cair, Photo kontributor: Muslehuddien.

Pemberian pupuk harus sesuai dosis dan takaran yang benar, sehingga pada akhirnya akan diperoleh tanaman yang berkualitas tinggi (hight quality). Dikarenakan bagaimanapun juga hasil pertanian yang melimpah juga dipengaruhi oleh faktor dalam penanaman dan perawatan yang baik dan benar. Baca juga artikel berikut: Jadwal Pemupukan Pada Tanaman Cabe yang Baik dan Benar.

Dalam budidaya tanaman cabe, baik itu cabe merah, cabe rawit, cabe rawit jengki, cabe hijau keriting, cabe lado, dan varietas cabe lainnya, tentunya penambahan beberapa jenis pupuk organik maupun anorganik juga sangat penting dilakukan, supaya ke depannya tanaman memiliki nutrisi di dalam tanah yang cukup, sehingga dengan tambahan nutrisi itulah tanaman akan menjadi sehat, sistem pertahanan tubuhnya menjadi bagus sehingga sulit terserang hama maupun penyakit tanaman.

Pupuk phonska merupakan salah satu jenis pupuk yang oleh beberapa petani cabe telah dianggap sebagai pupuk racikan yang paling bagus bagi tanaman, khususnya untuk tanaman cabai. Selain itu juga, phonska juga dipercaya petani mampu merangsang pertumbuhan daun, akar tanaman menjadi kuat, daun semakin hijau, dan pada akhirnya tanaman cabe menghasilkan buah yang sangat lebat sekali. Pupuk jenis phonska ini sudah pernah digunakan oleh petani cabe khususnya yang ada di daerah Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Para petani umumnya memberikan pupuk phonska dalam bentuk cairan (dikocor) yang disiramkan pada akar di sekitar pusat tanaman cabe yang dalam masih dalam masa pertumbuhan dan pembentukan organ bunga.

1. CARA PEMBUATAN LARUTAN PUPUK PHONSKA CAIR

Adapun cara untuk pembuatan larutan pupuk phonska cair untuk tanaman cabe, mari ikuti pembahasan lengkapnya berikut ini:

  • Untuk membuat larutan phonska cair tetap membutuhkan pupuk anorganik jenis lain sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman lainnya, maka anda juga harus menyiapkan beberapa hal seperti: pupuk SP sebanyak 1 kg, pupuk KCL sebanyak 1 kg,  dan pupuk phonska sebanyak 2 kg;
  • Siapkan air bersih dalam beberapa ember besar;
  • Masukan air bersih sebanyak 8 Liter ke dalam ember, kemudian masukan juga masing-masing pupuk SP 1kg, pupuk KCL 1 kg, pupuk phonska 2 kg ke dalam air di dalam ember tersebut lalu aduk hingga merata sehingga menjadi larutan phonska yang siap untuk digunakan;
  • Sampai pada tahap ini anda telah berhasil membuat larutan phonska cair.
2. CARA PENGGUNAAN LARUTAN PHONSKA CAIR

Setelah anda berhasil membuat larutan phonska cair, maka langkah selanjutnnya yaitu cara penggunaan/pemakaiannya/aplikasinya. Untuk penggunaan larutan pupuk phonska, silakan baca panduan berikut ini:
  • Pada point pertama tentang cara pembuatan larutan phonska cair, kita telah berhasil membuat larutannya. Jadi adonan pupuk phonska cair sebanyak 8 Liter dibagi-bagi untuk dalam tiap penggunaannya. Sebagai praktek: Ambil 1 Liter dari 8 Liter larutan adonan pupuk phonska tersebut, kemudian campurkan dengan air sebanyak 20 Liter air bersih, jadi jika kita membuat sebanyak 8 Liter larutan adonan phonska cair, maka kita harus melarutkannya pada 160 Liter air. Tujuan dari pengenceran larutan phonska dengan air supaya ketika diberikan kepada tumbuhan tidak membuat akar tumbuhan menjadi panas;
  • Setelah larutan adonan phonska diencerkan pada 1 Liter air atau lebih, selanjutnya adalah masukanlah larutan enceran pupuk phonska cair tersebut ke dalam alat semprot, barulah setelah itu semprotkan larutan phonska ke bagian akar dimana letak tanaman itu tumbuh. Penggunaan larutan adonan phonska juga dapat langsung diberikan ke tiap-tiap tanaman dengan menggunakan gayung. 1 tanaman cukup diberikan 1/2 gayung larutan phonska yang telah diencerkan dengan air sesuai ketentuan yang dijelaskan di atas;
  • Jika larutan phonska habis, anda dapat membuatnya berulang kali sesuai kebutuhan;
  • Dengan mengikuti langkah di atas, semoga tanaman cabe yang telah anda budidayakan akan semakin terawat dengan baik dan menghasilkan buah cabe yang lebat, serta subur. Silakan dipraktekan.
  • Sebagai tambahan informasi bahwa untuk pemberian larutan pupuk phonska cair ini wajib diberikan pada tumbuhan yang telah berumur 1 - 3 bulan dalam perawatan. Berikan larutan phonska cair tersebut pada umur tanaman cabe sejak 20 hari pertama sejak bibit dipindahkan ke bedengan bermulsa, juga berikan saat tanaman cabe berumur 40 hari, umur 60 hari, dan umur 80 hari.

Demikianlah informasi tentang: Cara Pembuatan Larutan Pupuk Phonska Cair Untuk Tanaman Cabe". Dengan pemberian pupuk phonska cair ini, diharapkan tanaman akan terpenuhi nutrisinya sehingga akan menghasilkan produktivitas panen yang jauh lebih tinggi, sehingga akan lebih menguntungkan bagi para petani, khususnya petani di Indonesia. Selamat mencoba, semoga berhasil. Jangan lupa baca juga: Supaya Pohon Cabe Berdahan Banyak, Wajib Baca.

Faktor Pemicu Terjadinya Perkecambahan Biji pada Tanaman

16:19 0
Kegiatan dan proses perkecambahan pada biji tanaman sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, seperti: total kandungan air, oksigen, suhu, hormon, serta cahaya. 

Selama perkecambahan biji, air sangat diperlukan dalam proses perkecambahan biji untuk mengaktifkan beberapa enzim-enzim khusus seperti alfa amilase, protease, lipase, dan lain sebagainya.
Enzim lipase akan mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Protease akan mengubah protein menjadi asam-asam amino struktural dan asam amino fungsional yang juga meembantu dalam kegiatan metabolisme sel. Enzim Alfa-amilase merupakan enzim yang mampu memecah komponen amilum/zat tepung menjadi maltosa. 

Pohon Cabe Tumbuh Sempurna Melewati Masa Pembibitan dan Perkecambahan Biji
Pohon Cabe Tumbuh Sempurna Melewati Masa Pembibitan dan Perkecambahan Biji, Photo by: Muslehuddien.

Semua enzim-enzim yang telah dijelaskan di atas akan membantu dalam proses perkecambahan biji dikarenakan enzim merupakan faktor internal dalam perkecambahan biji pada tanaman/tumbuhan.

Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi makanan di dalam sel untuk memperoleh energi (ATP) yang akan digunakan untuk seluruh kegiatan sel, termasuk menunjang dalam kegiatan pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. Dalam reaksi terang akan terjadi proses fotolisis air, dimana air akan dipecah menjadi oksigen yang dilepaskan ke udara (lingkungan).

Saat berlangsungnya perkecambahan biji, juga diperlukan suhu optimum untuk aktivitas enzim. Enzim tidak dapat bekerja secara baik pada suhu minimum dan maksimum (suhu terlalu tinggi, karena enzim akan mengalami denaturasi/rusak), sehingga setiap enzim memiliki fungsi/kerja yang spesifik dan ada batasan-batasan suhu optimumnya.

Perkecambahan biji juga memerlukan faktor internal berupa  hormon pertumbuhan (fitohormon) yakni hormon auksin dan giberelin. Hormon auksin akan mudah rusak apabila terkena cahaya (intensitas cahaya terlalu tinggi). Oleh karena itulah proses perkecambahan biji akan jauh lebih cepat jika berada pada tempat yang tidak terdapat cahaya (tidak ternaung), sebab pada kondisi inilah aktivitas hormon auksin meningkat, sehingga tumbuhan sering kali mengalami gejala etiolasi, yaitu dengan gejala dimana tanaman mengalami pertumbuhan yang begitu cepat dengan ciri: akarnya panjang, batang tinggi-tinggi, daun nampak pucat akibat kekurangan cahaya. Sebaliknya, apabila biji berkecambah yang diletakkan di daerah terang (terkena cahaya), maka pertumbuhannya akan jauh lebih ideal, sebab cahaya dapat menghambat pertumbuhan. Jangan lupa baca klik dan baca juga artikel berikut ini: Mengenal Proses Perkecambahan Pada Biji Tanaman Dikotiledonae.